My Ladzidza...

Tempat berbagi ilmu, ide dan resep kue tentunya...

Herbalis Yang Pebisnis & Pebisnis Yang Herbalis  

Paket Training Dahsyat..!!
Untuk Anda yang Ingin Menjadi HERBALIS dan PEBISNIS Sukses

KESADARAN masyarakat akan pentingnya kembali ke cara hidup alamiah yang sehat dari hari ke hari terus meningkat. Ini terlihat dari meningkatnya pula interes masyarakat pada info-info hidup sehat secara alamiah. Masyarakat perlahan mulai berpaling dari bahan kimia sintetis untuk makanan maupun obat-obatan. Trend ini juga membuat banyak kalangan kini melirik herbalis sebagai profesi baru yang menjanjikan.

Herbalis adalah orang yang memahami konsep-konsep pengobatan
dengan herba (bahan alami, terutama tumbuhan, tetapi tak tertutup kemungkinan dari hewan). Selain memahami konsep kesehatan, seorang herbalis juga memiliki kemampuan mendeteksi penyakit seperti para dokter. Misalnya deteksi penyakit lewat denyut nadi, kondisi lidah, iris mata (iridology) hingga diagnosis lewat kondisi fisik telapak tangan. Dengan penguasaannya atas konsep dan kemampuan diagnosisnya, seorang herbalis akan mampu menerapi pasiennya dengan cara-cara alamiah dan ilmiah (Di Herba Penawar Al Wahida International, disempurnakan dengan cara Ilahiah).

Perkembangan dunia kedokteran modern sebetulnya berawal dari konsep pengobatan alamiah yang dipelopori seorang ilmuwan kedokteran muslim, Ibnu Sina (orang barat menyebutnya Avicenna). Sayangnya, konsep pengobatan ilmiah, alamiah dan Ilahiah ini kemudian justru dikuasai dunia barat dengan mengeliminir unsur ilahiahnya.

Sekarang atau tidak sama sekali. Inilah saatnya umat Islam menghidupkan kembali konsep pengobatan yang alamiah, ilmiah dan Ilahiah itu.

Perkongsian Bijak Cemerlang (PBC) adalah langkah strategis ke arah itu.

PBC adalah paket training dahsyat yang akan mengantarkan anda sukses sebagai pebisnis yang herbalis dan herbalis yang pebisnis. PBC digelar Sabtu pagi sampai Ahad sore (2 hari 1 malam) di hotel berbintang di kota-kota di mana jaringan Herba Penawar Al Wahida International (HPA) berkembang di seluruh dunia.

Pelatihan terbuka bagi semua kalangan muslim. Bagi orang yang awam dunia kesehatan akan mendapat banyak info baru yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat. Bagi para praktisi medis seperti dokter, apoteker dan perawat akan mendapat wawasan baru dunia Kedokteran Timur yang berbeda dari dunia yang mereka geluti selama ini. Di samping materi konsep-konsep diagnosis dan terapi herba, peserta juga dibekali materi entrepeneurship, leadership dan motivation. Bersama Trainer & Herbalis Handal dari Herba Penawar Al Wahida International. Anda akan dilatih, dibimbing dan disupport untuk menjadi pebisnis yang herbalis dan herbalis yang pebisnis.

Investasi yang dibutuhkan untuk mengikuti PBC berkisar Rp 500.000 - 750.000 (berbeda-beda di tiap kota). Kebanyakan (terutama di Pulau Jawa) Rp. 500.000. Ini sudah termasuk biaya penginapan (2 hari 1 malam), makan-minum dan coffee break, Kit PBC lengkap dan sertifikat.

Fasilitas: Sertifikat Nasional, hand diagnosis skill, phytotherapy skill, chiropractic skill, jaket eksklusif, leadership and enterpreneurship training, promo kenaikan peringkat, seminar kit, hotel dan akomodasi, training lanjutan (bekam/al hijamah, diagnosis iridologi dasar, how to success dan training for presenter).

Pendaftaran & Pemesanan tempat:
Rumah Sehat Fadhlurrahman
Jln. Delima No.7 Padang
CP; 081363410735

Peserta Terbatas!
Segera lakukan pendaftaran sekarang juga!


Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Adat Minangkabau dan Merantau  

RESENSI BUKU TSUYOSHI KATO:
ADAT MINANGKABAU DAN MERANTAU
DALAM PERSPEKTIF SEJARAH (Balai Pustaka, Jakarta.2005;291 halaman)
Judul asli: MATRILINY AND MIGRATIONS.
VOLVING MINANGKABAU TRADISIONS IN INDONESIA(Ithaca & London: Cornell University Press, 1982; 267 halaman)

Di saat saya menyibukkan diri dengan berbagai masalah praktis dan deadline tugas akhir, memang rasanya menyegarkan sekali membaca buku disertasi Tsuyoshi Kato yang aslinya diterbitkan oleh Cornell University Press ini. Meskipun yg saya dapati hanya buku terjemahan, namun seolah-olah saya disuruh untuk berhenti sejenak dan memikirkan hal-hal yang berada di bawah permukaan dari sebuah masyarakat sukubangsa, di lingkungan saya hidup sekarang, yakni sukubangsa Minangkabau. Yang jelas kita dibawa hanyut dengan sistematika dan cara penyajiannya yang begitu menarik, menelusuri permasalahan matrilini dan migrasi yang tak lagi begitu krusial dalam kehidupan sukubangsa Minangkabau itu. Walaupun kedua masalah ini telah juga dibahas dan dipelajari secara terpisah-pisah oleh banyak ahli sebelumnya, tapi sekaranglah dengan buku ini seingat saya yang uraiannya begitu kompak menukik, jelas onggok-onggoknya, dan jelas pula kaitannya antara satu sama lain.

Studi Kato ini kelihatan sekali keseimbangannya, di samping secara tajam dan seksama mengamati dinamika dan proses perubahan yang terjadi, dia pada waktu yang sama juga berusaha mendeteksi faktor-faktor dan kekuatan-kekuatan sosial-budaya yang memungkinkan sebuah lembaga budaya bisa bertahan menghadapi corak-corak kekuatan yang setiap kali bisa mengancam akan stabilitas dan kesinambungannya. Malah dengan pendekatan yang bercorak terpadu dan holistik ini kita dibantunya melihat sistem sosial dari sebuah masyarakat secara utuh sambil melihat bagaimana berfungsinya bahagian-bahagian itu dalam sebuah mekanisme dan bangunan sosial. Dia melihat, dan diperlihatkannya kepada kita, bagaimana kedua institusi matrilini dan merantau itu tidaklah berjalan sendiri-sendiri, tapi saling berkaitan, dan malah saling memperkuat. Kato melihat bahwa pada tahap awal, merantau dimungkinkan karena terjadinya keharusan mobilitas geografis akibat dari makin berkembangnya penduduk dan relatif makin tidak memadainya tanah yang tersedia dalam mempertahankan hidup secara agraris-menetap (sedentary agriculture) di desa semula. Perkembangan dari luhak (tanah asal di darat) ke rantau (tanah pesisir di sekitarnya) sehingga kemudiannya berkembang menjadi "Alam Minangkabau" itu pada awal dimungkinkan karena ada proses segmentasi pemukiman perkampungan (village segmentation) itu. Karena yang pergi meneruka mencari tanah baru dan mempersiapkan perkampungan-perkampungan baru itu rata-rata adalah laki-laki dan meninggalkan isteri dan anak-anak di belakang mengemasi harta-benda, rumah, sawah-ladang dan segala sesuatu yang ditinggalkan, di sinilah terlihat keharusan berfungsinya sistem matrilineal itu. Dalam tambo Minangkabau sendiri diperlihatkan proses segmentasi perkampungan itu: dari taratak, ke dusun, dari dusun ke koto, dari koto ke nagari.

Malah tambo sendiri pula yang menyingkapkan bahwa berbeda dengan mitologi sukubangsa lainnya yang mengaitkan kedatang-an nenek-moyangnya sebagai turun dari langit (Batak, Jepang, dsb), Nenek-moyang orang Minangkabau, katanya, berasal dari Sultan Iskandar Zulkarnaen (Alexander the Great of Macedonia) dari Benua Ruhum (Byzantium, Turki sekarang) dan bersapih-belahan pula dengan kaisar-kaisar di Jepang dan Tiongkok. Ini saja sudah menunjukkan dari sumber-sumber folklore bahwa orang Minangkabau sejak semula sadar sekali bahwa mereka selalu dalam bergerak terus. Dengan terbukanya hubungan-hubungan dagang ke dunia luar dari perkembangannya sesudah itu, muncul pula ciri kedua dari perantauan Minang itu, yang oleh Kato digelari dengan migrasi sirkuler (circulatory migration). Migrasi sirkuler itu ada yang berlingkar besar, ke Melaka, ke Aceh, ke hiliran sungai-sungai besar di pantai Timur, dsb., dan ada pula yang berlingkar kecil, yaitu dari mengikuti arus perdagangan dari pakan-pakan (pasar kecil) di sekitarnya. Perubahan orientasi perekonomian dari pertanian sedenter ke perdagangan berkeliling ini momentumnya meningkat dengan jelas sekali justeru dengan mulai berkembangnya kota-kota di jaman penjajahan Belanda sampai berakhirnya penjajahan itu sendiri. Migrasi sirkuler yang biasanya sendiri-sendiri dan sebentar-sebentar ini selalu berorientasi ke kampung, membawa apa-apa yang didapatkan di rantau untuk di bawa pulang ke kampung.

Sejak kemerdekaan ini, bagaimanapun, apalagi sejak PRRI ke mari, perantauan orang Minang telah menjurus ka arah "Rantau Cino," yaitu rantau berlama-lama dan sekaligus membawa anak isteri sekali. Ini dimungkinkan karena makin terbukanya lapangan hidup baru di luar bidang pertanian di kota-kota, terutama kota-kota besar di Jawa dan Sumatera. Perubahan pola migrasi sukubangsa Minangkabau dari satu tahap ke tahap berikutnya sudah dengan sendirinya memberi effek kepada pola dan sistem kekeluargaannya. Ada empat ciri utama, menurut Kato, dari sistem matrilineal sukubangsa Minangkabau, yaitu: susunan keluarga (descent and descent group) diatur menurut garis ibu; kelompok keluarga matrilineal (matrilineage) berbentuk korporatif; pola residensial adalah duolocal; dan kekuasaan (authority) ada di tangan mamak (maternal uncle). Dalam proses perubahan dan kontinuitas masyarakat Minangkabau sekarang ini, ciri pertama, orang-orang yang dibangsakan menurut lini ibu, praktis tidak berubah. Orang-orang ini juga mengidentifikasikan dirinya ke dalam suku, payung, jurai, dan paruik menurut garis ibu. Yang berubah menurut masa dan perkembangannya adalah ketiga yang lainnya.

Namun Kato, dan disinilah letak kejelian argumentasinya, perubahan yang terjadi pada ketiga ciri lainnya itu tidak harus berarti bahwa sistem matrilinial telah terancam. Sistem matrilineal terpelihara justeru karena adanya institusi merantau ini. Benar, karena merantau, dan karena corak penghidupan tidak lagi tergantung kepada usaha-usaha pertanian sedenter itu, lalu harta pusaka makin tidak berarti dan, sebaliknya, harta pencaharian kepada anak inipun tidak terlepas dari pola pewarisan matrilineal. Buktinya bahwa harta pencaharian yang jatuh kepada anak itu, dalam persalinan generasi akan jatuh lagi menjadi pusaka rendah dan dari pusaka rendah ke pusaka tinggi. Apalagi dalam hal pewarisan harta pencaharian berupa harta tak bergerak, seperti tanah, rumah, dsb., kecenderungan kuat selalu preferensinya jatuh kepada anak perempuan, bukan anak laki-laki. Dan bagi setiap laki-laki Minang yang merantau selalu saja ada keinginan untuk menambah dan memperbanyak harta kaum itu, bukan sebaliknya. Kato juga melihat bahwa peralihan dari duolocal ke uxorilocal dari pola residensi keluarga Minang, di mana si bapak karenanya lebih berkuasa di dalam lingkungan keluarga nuklirnya, tidaklah lantas sekaligus merubah atau merombak asas sistem matrilineal itu. Di dalam rumah yang didirikan oleh si bapak itu sendiri dalam persalinan generasi akhirnya juga akan jatuh kepada anak perempuannya, yang lantas secara involusi berbalik kembali menjadi harta kaum dari pihak ibu.

Juga dengan makin berkurangnya kekuasaan mamak di keluarga nuklir yang cenderung menjurus ke uxorilocal itu tidak lantas berarti bahwa kekuasaan mamak dalam periuk, jurai, payung dan suku akan makin habis. Dalam hal-hal yang bersifat seremonial dalam keluarga, tidak ada yang putus tanpa kehadiran dan persetujuan sang mamak. Dalam hal ini masih berlaku mamang adat: “Kemenakan beraja ke mamak, mamak beraja ke penghulu, penghulu beraja kepada mufakat, dan mufakat beraja kepada kebenaran, kebenaran berdiri dengan sendirinya.” Orang Minang yang sudah larut di rantau sekalipun, dan malah telah menyandang gelar sarjana, haji, dsb., masih saja di hati kecilnya ingin jadi datuk, jika hak itu memang ada padanya.
Tesis Kato ini menarik karena munculnya di tengah-tengah munculnya antitesis lainnya yang beresonansi kuat yang mensinyalir bahwa sistem matrilineal di Minangkabau telah mulai pudar dan dalam menuju kepunahannya. Dengan karya ilmiah ini Kato paling kurang ingin membuktikan bahwa emigrasi bisa bahkan memperkuat sistem matrilineal itu. Bagi saya sendiri yang menarik dengan buku ini bukanlah sekedar isinya, karena isinya praktis tidak ada yang baru jika kita juga membaca dan menyimak buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan topik yang sama oleh orang-orang sebelumnya. Namun yang jelas saya merasa beruntung bisa mendapatkan buku ini, ditengah-tengah krisis budaya yang sedang melanda generasi muda minangkabau.

Yang saya kuatirkan hanya satu; kalau-kalau Kato juga terjebak pada kelemahan orang-orang yang biasa dengan menyediakan konsep hipotetis terlebih dahulu, lalu secara tidak disadari berusaha menyiapkan data-data yang cukup kuat untuk mendukungnya. Ini biasa sekali terjadi dalam dunia ilmu yang sangat kompetitif, di mana sesuatu karya baru artinya jika karya itu berbeda dari orang lain punya. Membiarkan peristiwa-peristiwa budaya berlalu menurutkan naluri alamiahnya, yang kadang-kadang tidak konsisten jalannya, dan tidak cocok dengan asumsi ilmiah kita, kadang kala pula diperlukan, demi untuk memberi kesempatan kepada kenyataan sosial itu untuk bisa bicara sendiri. Namun, saya harapkan mudah-mudahan kekuatiran tersebut itu tidak beralasan, dan hanya sekedar waham saja. ***

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Selamat Tahun Baru Muharram Sahabat..  

Untoek sahabat Q di bumi Allah..

Assalamualaikum Wr, Wb..

Selamat tahun baru Islam 1430 H. Yah, angka itu kembali berganti, suka atau tidak aku akan selalu mengucapkan selamat kepadamu setiap tahunnya. Aku tahu engkau pasti tidak suka atas ucapan selamat yang aku berikan, karena pengharapanmu di tahun sebelumnya belum semuanya terwujud.

Selamat tahun baru Islam sahabat, meskipun engkau selalu merasa menjadi orang yang gagal yang menurutmu belum bisa membahagiakan kedua orang tua, belum bisa mewujudkan keinginan mereka dan keinginan mu sendiri, tapi aku yakin lambat laun engkau pasti akan dapat memberikan kebahagiaan yang akhirnya akan menimbulkan rasa bangga pada kedua orang tuamu.

Aku tahu sobat, dibalik sikap tenang dan ceria mu selama ini ada kesedihan didalamnya. ada kesedihan, rasa penyesalan dan putus asa yang engkau rasakan karena selama ini engkau selalu merasa sebagai orang yang begitu merugi, yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Selamat tahun baru Islam sahabat. Janganlah selalu merasa terpuruk, bangkitlah..aku tau masih ada setitik asa dalam benakmu. ide-ide kreatif dan cemerlang yang pernah engkau ungkapkan kepada ku harus engkau wujudkan.. hapuslah semua fikiran pesimis yang menghantuimu.. dan lupakan semua tekanan-tekanan yang membuatmu surut dan surut..

Selamat tahun baru Islam sahabat, tetap kuatlah selalu.. biarkan jika memang tidak ada saudara yang mendukung mu, aku dan teman-teman yang lain akan selalu siap membantu. teruslah berdoa dan berusaha. Yakinlah atas pertolongan Allah SWT..
Teruslah membangun mimpi mu dan menjadi inspirator bagi kami semua, teman2 yang menyayangimu..

Harapan Itu Masih Ada Sahabat..
Masih Ada..

Happy Islamic New Year 1430 H
May Allah SWT blesses the years that we have been through, and gives faith and devout to us. Also, I hope all of us always in Allah SWT protection. Amin..

Wassalamualaikum Wr, Wb..

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Belajar Meluruskan Niat Ikhlas  

Berniat untuk melakukan semua kegiatan dengan ikhlas sangatlah mudah, namun sangatlah sulit untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Ada berbagai alasan yang dapat diungkapkan sebagai penyebab, antara lain karena beratnya cobaan dan rintangan hidup yang dialami individu.

Setiap manusia yang tidak ikhlas dalam menjalani setiap peran yang diberikan olehSang Maha Pengatur tidak akan mampu berjalan panjang, bertahan dan tetap eksis menjalankan kehidupannya, karena dalam menjalani kehidupan diperlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, usaha dan kerja yang terus menerus. Bukankah sebagai manusia kita memang hanya disuruh beramal dan berusaha..?! dan tidak disuruh untuk melihat hasil dan buahnya..(Musthafa Mansyur; jalan menuju Pembebasan, p.14) sehingga dengan hati yang ikhlaslah semua hal tersebut dapat tercapai.


Ada beberapa kriteria untuk melahirkan niat yang betul-betul dipandang ikhlas oleh Allah SWT, seperti

  • Butuh Ilmu
  • Tidak ada suatu pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan baik jika tidak ada ilmu tentangnya. Artinya kita tidak mungkin bisa ikhlas jika tidak mengetahui arti keikhlasan dan urgensinya dalam beramal. Untuk itu sebelumnya kita harus mengetahui ilmu tentang Allah SWT, ilmu tentang akhirat beserta syurga dan neraka, ilmu tentang janji dan ancaman, ilmu tentang hakikat yang tidak ada lagi keraguan didalamnya. Juga ilmu tentang sirah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat yang telah berhasil mengukir keikhlasan yang tiada tara dalam dada mereka..


  • Perbanyak Membaca Al Quran
  • Dengan mempertinggi frekuensi interaksi dengan Al Quran, Hasan Al Banna telah menempatkan kewajiban membaca Al Quran dengan sungguh-sungguh sebagai kewajiban seorang mujahid. Jika seorang mujahid tidak memiliki wirid Al Quran, maka pada hakikatnya ia telah mengidap suatu penyakit, namun ia tidak menyadarinya.


  • Perbanyak Amal Rahasia
  • Hal ini dapat membantu kita untuk berlaku ikhlas. Cukup hanya Allah yang maha mengetahui yang membari balasan. Karena sebagai ciptaanNya kita manusia tidak berhak untuk menilai dan tidak punya kuasa untuk memberi ganjaran. Kita harus mampu menghadapi ejekan, lapang menerima kritikan dan peringatan, bukan malah banyak berdalih dan memberikan alasan. Bahkan kita harus senang jika mendapatkan masukan karena itu bertanda masih adanya orang yang peduli terhadap diri kita.


  • Hindari Saling Memuji
  • Rasulullah SAW bersabda; seseorang yang memuji orang lain dihadapannya “celakalah kamu, engkau telah memotong lehermu temanmu, kalau ia mendengarnya maka ia tidak akan beruntung”

    Artinya bahwa jika kita ingin atau harus memuji seseorang maka kita sebaiknya memakai kata-kata saya menduga “si anu” begini…dan tidak memastikan sesuatu atas seseorang tersebut. Hal ini dilakukan karena kita tidaklah mengetahui sejauh mana sebuah pujian akan berpengaruh pada hati seseorang yang kita puji. Jika ia adalah saudara yang sedang berusaha untuk ikhlas, maka jangan memujinya, karena kita hanya akan menambah bongkahan batu di pundaknya. “maka tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dengan tidak banyak memuji..”


  • Berdoa
  • Mengadakan tujuan selain Allah adalah syirik kecil, dan berdoa itu merupakan induk ibadah yang juga merupakan senjata kaum mukminin.

    Jika kita pelajari lebih lanjut, hakikat dari ikhlas tersebut antara lain dapat membuat keadaan selalu segar, ikhlas menjadikan manusia mengetahui dan memperhitungkan sesuatu dengan baik, diwaktu senang maupun susah..


    So..sudahkah kita belajar untuk ikhlas…??!


    Insya Allah..

    Read More...
    AddThis Social Bookmark Button

    Selamat Hari Guru  

    pagiku, cerahku..
    matahari bersinar
    kugendong tas merah ku,
    di pundak..

    Slamat pagi semua
    ku nantikan dirimu
    di depan kelasmu
    menantikan kami..

    guruku tersayang..
    guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku
    tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal..
    guruku terimakasih ku..

    nyatanya diriku kadang buatmu marah
    namun segala maaf kau berikan..
    (song by;afi junior)

    Teruntuk semua guru.. pahlawan pembangun insan cendekia, selamat hari guru..teristimewa tuk guru2 ku baik yg sudah atawa belum pensiun..di TK Pembina, SD 06 Lapai, SLTP 12 Padang n SMK 6 Padang.. teristimewa toek my inspirator teacher;


    ibu "opet" Farida thanks for ilmu pengolahan kue & rotinya ya buu..wlpun ibu sangat disiplin, menjurus ke cerewet, tp ak ttp sayang ma ibu, cz ibu tak pernah marah pada ku..


    ibu eka rahayu, sang perias kue, hihihi... makasih atas ilmu cake decorationnya bu, klo ibu g maksa n meyakinkan aku tuk memilih+bikin hiasan yg sangat rumit waktu ujian akhir, mungkin sampe skarang ak g akan berani tuk mencoba suatu model hiasan yg baru..


    ibu lamzinar, enak g bu sekarang dah g ngajar lagi..ibu dah jadi pengawas ya..yg adil ya bu..

    Alm ibu sofia, semoga engkau tenang disisiNya.. ilmu ttg pengolahan choc & sugar confectionery darimu akan selalu ku aplikasikan, InsyaAllah..


    the last toek ibu Ely Murni..guruku, pamongku n 'mitraku'..hehehe..Thanks for ur spirit, atas kepercayaan yg engkau berikan kpdku, baik saat ak menjadi muridmu, maupun saat kita bermitra swaktu ak praktek ngajar di sekolah.. semangat & idealismemu telah membawaku tuk memilih jurusan pendidikan sejarah di PT. Tp sayang, ilmu yg ak peroleh di bangku kuliah tak bisa merobah orientasiku (saat ak memutuskan masuk SMK dulu..) biarkanlah pengetahuan yang aku peroleh di perguruan tinggi menjadi pembentuk pribadi; menantang pikiran ku dan menjadikannya strategi untuk kehidupan dan pengambilan sikap, karena pengetahuan memiliki jiwa dan kehidupan yang memberi dampak bagi kehidupanku..

    nyatanya diriku sering buatmu marah, namun segala maaf kau berikan..

    Terimakasih Guru ku..




    Read More...
    AddThis Social Bookmark Button

    Istimewanya Wanita  


    "Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

    1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak)dibanding lelaki

    2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya

    3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki

    4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki

    5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak

    6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

    7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

    8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki

    9. Dll.

    Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk
    "MEMERDEKAKAN WANITA ".


    Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?


    1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta
    disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

    2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya

    3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

    4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga
    menantinya.

    5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

    6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5 waktu, puasa di Ramadhan>, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

    7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

    Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita... kan ?

    Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / perbuatan mereka. (emansipasi ala western)

    Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia."

    KEEP ISTIQOMAH....;;)





    Read More...
    AddThis Social Bookmark Button

    Kembali Suci kembali Fitri  

    Menurut sejarah lebih dari 99% pejuang negeri kita adalah muslim. Apa artinya?
    Negeri ini adalah negeri amanah, tauhid. Dimerdekakan dengan darah, air mata..
    dan pekik ALLAHUAKBAR dari para pejuang Muslim. Antara lain;Cut Nyak Dien, Teuku Umar, CD Tiro, Panglima Polim, Tuanku Imam Bonjol, Sisingamangaraja, Ahmad Lusy (Pattimura), Hasanuddin, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Hasyim Asyari, A Hasan, HOS Cokroaminoto, Noer Ali, Dahlan, Sudirman, Agus Salim, Rasuna Said, Tomo, Natsir, M Toha, Fakhruddin, dan masih banyak lagi yang lainnya. Karena itu jangan pernah minder sebagai muslim. Jangan mau dijajah apalagi digamangkan atau dimurtadkan. Mari berIslam secara Kaffah.

    Selamat Idul Fitri 1429 H
    Saatnya meraih kemenangan..!!!

    Terus perbaharui Ilmu dan Iman, mengkalibrasi sumber-sumber belajar kita berdasarkan Al Quran & Hadist yang Shalih dan meningkatkan ketaqwaan.

    KEIMANAN, mengawali perjumpaan dengan Ramadhan
    KEBAHAGIAAN, saat yang indah bersama Ramadhan
    KETAQWAAN, pelajaran yang diberikan Ramadhan saat perpisahan.
    TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM. MINAL AIDIN WAL FAIDZIN.

    Silahkan menikmati suguhan dari rumah Ladzidza. style="font-size:100%;">..



    Read More...
    AddThis Social Bookmark Button

    Berpetualang di Hari kemerdekaan  


    Belakangan ini begitu banyak kelompok komunitas yang bermunculan di internet. Palanta, komunitas bloger Padang adalah salah satunya. Meski masih terbilang balita, namun komunitas ini telah memiliki ratusan anggota yang terdaftar dan 77 orang yang telah memperkenalkan diri.
    Bertepatan dengan HUT Republik Indonesia ke 63 tanggal 17 Agustus 2008, Palanta mengadakan kegiatan jalan-jalan..menyusuri Gunung Padang hingga Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda Batu Malin Kundangnya. Kegiatan yang diberi nama Hiking Palanta Merdeka ini merupakan petualangan awal yang diadakan komunitas ini. Selain bertujuan untuk lebih mengakrabkan antar sesama anggota, jalan-jalan kali ini juga bertujuan untuk menyatukan/menyamakan visi, misi Palanta, serta merencanakan program Palanta selanjutnya Alek Gadang Palanta, Temu Blogger kota Padang II pada bulan November mendatang; sehingga nantinya diharapkan Palanta bukan hanya sekedar komunitas tempat berkumpul dan jalan-jalan saja, namun juga sebagai media tempat pembelajaran.Trip perjalanan kali ini mengharuskan peserta berjalan kaki sepanjang puluhan kilometer, naik turun bukit menuju Pantai Air Manis, dan dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Pisang kecil.Dengan membawa bekal masing-masing, anggota komunitas ini berkumpul di depan Safari Cafe pantai Padang. Minggu pagi itu mereka janjian berangkat pukul 09.00 WIB agar bisa tiba, menyeberang ke dan kembali dari Pulau Pisang disaat air laut surut.Kegiatan hiking ini diikuti 25 peserta yang hampir semuanya laki-laki dari berbagai kalangan profesi. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, wartawan dan pekerja kantoran. Pada hiking perdana ini, Palanta juga mengangkatkan lomba antar peserta, yakni lomba postingan photo-photo dan postingan cerita seputar perjalanan dengan hadiah yang cukup menarik dari sponsor, yang terutama berasal dari para anggota Palanta juga.Tepat pukul 10.00 WIB akhirnya rombongan mulai bergerak menuju jembatan Siti Nurbaya di jalan Nipah, yang merupakan salah satu pintu gerbang menuju ke Pantai Air Manis. Selama perjalanan tampak keceriaan dari wajah-wajah peserta, karena ada berbagai alasan yang menyebabkan mereka mengikuti perjalanan palanta kali ini. Saya terakhir hiking ke pantai air manis pada tahun 1997 bersama rombongan rohis sekolah,kata Aw4nk, salah satu peserta yang juga merupakan mahasiswa dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Padang. Lain lagi dengan Rian si Anak Dewa yang rela jauh-jauh datang dari kota Payakumbuh untuk mengikuti perjalanan kali ini karena belum pernah hiking ke pantai Air Manis, oleh karena itu kesempatan kali ini tidak boleh terlewati ujar nya.

    Eksotisme perjalanan

    Perjalanan hiking ke Pantai Air Manis merupakan perjalanan pertama yang diadakan oleh Palanta. Sebelumnya, Palanta hanya mengadakan pertemuan-pertemuan yang dikenal dengan nama kopi darat (kopdar), dan perjalanan kali ini sekaligus merupakan kopdar ke VI bagi Palanta.
    Setelah hiking ke pantai Air Manis ini, selanjutnya Palanta bersiap menyusuri alam di daerah Batu Busuak dan Pulau Sikuai. Lokasi dan bentuk kegiatan biasanya ditentukan secara bersama oleh anggota Palanta yang aktif berkomunikasi lewat mailing list www.forum.palanta.org dan selanjutnya untuk teknis perjalanan dirembukkan dalam pertemuan kopdar.
    Kegiatan hiking kali ini termasuk perjalanan yang cukup berat. Pasalnya, lokasi pantai yang dituju hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, melalui jalan setapak dengan lebar lebih kurang satu meter. Jalan yang merupakan satu-satunya sarana tranportasi penduduk sekitar dan juga dilewati oleh motor, menambah beratnya perjalanan, karena selain terjal, peserta juga harus waspada jika berpapasan dengan motor-motor tersebut jika tidak mau terserempet masuk jurang.
    Jalan yang dibangun sekitar tahun 2005 ini sangat bermanfaat bagi penduduk kelurahan Bukit Gado-Gado kecamatan Padang Selatan ini. Pasalnya, selain akses menuju kota lebih cepat, perbukitan yang juga dijadikan sebagai tempat kuburan Etnis Tionghoa ini juga memudahkan para peziarah yang ingin mengunjungi makam leluhurnya. Terdapat berbagai bentuk kuburan Cina yang terlihat selama perjalanan, bahkan salah satu diantaranya bertuliskan meninggal pada tahun 1929.
    Komunitas Palanta biasanya mengadakan kegiatan pada akhir pekan, sehingga tidak menggangu aktivitas rutin para anggotanya. Lokasi kegiatan juga masih berkisar seputaran kota Padang. Keanggotaan komunitas ini bersifat cair, siapa saja bebas masuk Palanta asalkan memiliki keterikatan dengan Padang, dan selanjutnya mengikuti kegiatan yang diadakan komunitas ini. Selain di Padang, anggota palanta juga ada yang berdomisili di Papua, Jogyakarta dan Bandung.
    Tujuan utamanya adalah mencari teman, membangun jaringan, memajukan dunia tulis-menulis dan pemblogeran di kota Padang khususnya, kata Maryulis Max, ketua Palanta yang ikut memprakarsai berdirinya komunitas ini pada bulan November 2007.

    Perjalanan menyatukan para anggota yang semula tidak saling kenal, menjadi akrab dan bersahabat. Sepanjang perjalanan menuju Pantai Air Manis, tidak ada kebisuan pada komunitas Palanta. Meski baru kenal, mereka sudah saling mencela, meledek, tertawa ngakak, berbagi makanan dan saling memberi semangat pada anggota yang kekelahan dalam perjalanan.

    Di alam, para anggota kembali menemukan persaudaraan, sesuatu yang kerap hilang bila kita berada di lingkungan kerja. Pada saat makan siang, mereka saling menyatukan bekal dan makan bersama secara berkelompok (lihat photo).


    Selain itu, anggota komunitas ini juga membuat komitmen untuk menjaga kelestarian alam baik di tempat yang sedang mereka kunjungi ataupun di tempat lain. Di pantai Air Manis kemaren anggota segera melaksanakan operasi semut bersih untuk mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan, dan menumpuknya pada tempat yang telah tersedia.

    Datang dari berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda, anggota komunitas Palanta bersama-sama mengadakan perjalanan jauh dan melelahkan. Bila tidak ada rasa saling pengertian, perjalanan semacam ini bisa menimbulkan konflik di antara peserta perjalanan. Hiking Palanta merdeka untuk pertama kalinya terbilang sukses, dan tepat pukul 16.30 WIB peserta kembali menuju pusat kota untuk kembali ke rumah masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas angkutan kota yang telah tersedia.(YS)

    Read More...
    AddThis Social Bookmark Button